Skip to main content

Materi Pemrograman SQL Part 2

FUNGSI TANGGAL & WAKTU

Tabel 9.2 daftar fungsi tanggal dan waktu
Fungsi
Keterangan
ADDDATE(tanggal,INTEERVAL tipe_ekspr)

Catatan:
ADDDATE(tanggal, INTERVAL tipe_ekspr) identik dengan DATE_ADD()
Menghasilkan tanggal yang merupakan penjumlahan antar tanggal dan nilai INTERVAL tipe_ekspr. Nilai untuk tipe_ekspr dapat dilihat pada tabel 9.3. bila kata INTERVAL tidak disebutkan, dianggap sama dengan penambahan hari.

Contoh:
ADDDATE(‘1964/09/01’,INTERVAL 5 DAY) → menghasilkan tanggal yang merupakan 5 hari sesudah 1 september 1964

ADDDATE(‘1964/09/01’, 5) → identik dengan
ADDDATE(‘1964/09/01’, INTERVAL 5 DAY)
ADDTIME(ekspr1, ekspr2)
Menghasilkan waktu yang merupakan penjumlahan antara waktu ekspr1 dan ekspr2.

Contoh:
ADDTIME(‘1945/8/17 10:0:0’, ‘1 2:4:30’) →’1945-08-18 12:04:30’
CURDATE()
Menghasilkan tanggal sekarang
CURRENT_DATE,
CURRENT_DATE()
Sinonim dari CURDATE()
CURTIME()
Menghasilkan jam sekarang (format:JJ:MM:DD, dengan JJ adalah jam, MM adalah menit, dan DD adlah detik)
CURRENT_TIME,
CURRENT_TIME()
Sinonim dari CURTIME()
NOW()
Menghasilkan tanggal dan jam sekarang.
DATE(ekspr)
Menghasilkan bagian tanggal dari suatu ekspresi yang mengandung tanggal dan jam.

Contoh:
DATE(‘1945/8/17 10:0:0’) → ‘1945-08-17’
DATEDIFF(ekspr,ekspr2)
Menghasilkan selisih hari dari kedua argumennya.

Contoh:
DATEDIFF(‘1945/8/17’,’1945/8/20’) → -3
DATEDIFF(‘1945/8/20’, ‘1945/8/17’) → 3
DATE_SUB(tanggal, INTERVAL tipe_ekspr) atau SUBDATE (tanggal, INTEREVAL tipe_ekspr)
Menghasilkan tanggal yanng merupakan pengurangan antara tanggal dan nilai INTERVAL tipe_ekspr. Nilai untuk tipe_ekspr dapat dilihat pada tabel 9.3
DATE_FORMAT(tanggal, format)
Memformat tanggal berdasarkan format. Berbagai format yang dapat digunakan dapat dilihat pada tabel 9.4.

Contoh:
DATE_FORMAT(‘1945/8/17’, ‘%c’) → 8
DATE_FORMAT(‘1945/8/17’, ‘%M’) →’August’
DAY(tanggal) atau DAYOFMONTH(tanggal)
Menghasilkan bagian tanggal (1 s/d 31) dari  suatu tanggal.

Contoh:
DAY(‘1945//8/17’) → 17
DAYNAME(tanggal)
Menghasilkan nama hari.

Contoh:
DAYMANE(‘1945/8/17’) → ‘Friday’
DAYOFWEEK(tanggal)
Menghasilkan kode hari (1 = Minggu, 2= senin, 3=selasa, 4= rabu, 5= kamis, 6=    jumat, dan 7= sabtu).

Contoh:
DAYOFWEEK(‘1945/8/17’) → 6
DAYOFYEAR(tanggal)
Menghasilkan posisi hari dalam suatu tahun.

Contoh:
DAYOFYEAR(‘1945/8/17’) →229 (artinya 17 agustus 1945 adalah hari ke 229 pada tahun 1945)
HOUR(timei)
Menghasilkan bagian jam dari suatu waktu.

Contoh:
HOUR(’12:30:05’) → 12
LAST_DAY(date)
Menghasilkan tanggal terakhir dari bulan yang tertera pada tanggal.

Contoh:
LAST_DAY(‘1945/8/17’) →’1945/08/31’
MINUTE(time)
Menghasilkan bagian menit dari suatu waktu.

Contoh:
MINUTE(’12:30:05’) → 30
MONTH(date)
Menghasilkan nilai bulan (1 s/d 12) dari suatu tanggal.
Contoh:
MONTH(‘194/8/17’) →’August’
QUARTER(date)
Menghasilkan posisi kuartal (1 s/d 4) dari suatu tanggal.
SECOND(time)
Menghasilkan bagian detik dari suatu waktu.

Contoh:
SECOND(’12:30:05’) → 5
SUBTIME(ekspr, ekspr2)
Memnghasilkan waktu yang merupakan pengurangan waktu ekspr1 denngan ekspr2.
SYSDATE()
Menghasilkan tanggal dan jam sekarang
TIME(ekspr)
Menghasilkan bagian jam, menit, dan detik pada ekspresi yang berisi tanggal dan jam.
TIMEDIFF(ekspr, ekspr2)
Menghaslkan selisih waktu antara kedua argumennya.
TIMESTAMP(ekspr),
TIMESTAMP(ekspr, ekspr2)
Menghasilkan nilai bertipe DATETIME yang didasrkan nilai argumennya. Bila ada dua argumen, hasilnya adalah penambahan kedua argumen.
TIMESTAMPDIFF(intterval, datetime_ekspr1,datetime_ekspr2)
Menghasilkan selisih dua buah ekspresi bertipe DATETIME dengan hasilditentukan oleh nilai interval (lihat Tabel 9.3).

Contoh:
TIMESTAMPDIFF(YEAR,’1945/8/17 10:0:0’, ‘2005/8/17 12:30:05’) →60 (jumlah tahun)
TIMESTAMPDIFF(MONTH,’1945/8/17 10:0:0’, ‘2005/8/17 12:30:05’) →720 (jumlah bulan)
TIMESTAMPDIFF(DAY,’1945/8/17 10:0:0’, ‘2005/8/17 12:30:05’) →21915 (jumlah hari)
WEEKDAY(date)
Menghasilkan kode hari (0=senin, 1=selasa, 2 rabu, dst)
YEAR(tanggal)
Menghasilkan tahun dari suatu tanggal.

Contoh:
YEAR(‘1945/8/17 10:0:0’) → 1945

Tabel 9.3 daftar interval waktu untuk fungsi seperti ADDDATE()
Nama interval
Keterangan
MICROSECOND
Mikrodetik
SECOND
Detik
MINUTE
Menit
HOUR
Jam
DAY
Hari
WEEK
Minggu
MONTH
Bulan
QUARTER
Perempattahun
YEAR
Tahun
SECOND_MICROSECOND
Detik dan mikrodetik, dengan format ‘detik.mikrodetik’
MINUTE_MICROSECOND
Menit  dan mikrodetik, dengan format ‘menit.mikrodetik’
MINUTE_SECOND
Menit dan detik, dengan format ‘menit:detik’
HOUR_MICROSECOND
Jam  dan mikrodetik, dengan format ‘jam.mikrodetik’
HOUR_SECOND
Jam, menit dan detik dengan format’jam:menit:detik’
HOUR_MINUTE
Jam dan menit,dengan format ‘jam:menit’
DAY_MICROSECOND
Jam dan mikrodetik, dengan format ‘jam .microdetik’
DAY_SECOND
Hari,jam,menit dan detik , dengan format ‘hari:jam:menit:detik’
DAY_MINUTE
Hari,jam dan menit dengan format’ hari:jam:menit ‘
DAY_HOUR
Hari dan jam  dengan format’hari:jam’
YEAR_MONTH
Tahun dan bulan, dengan format ‘ tahun-bulan’

Tabel 9.4 Penentu Format Tanggal dan Waktu
Penentu Format
Keterangan
%a
Nama hari singkat dalam bahasa inggris ( seperti mont dan sat)
%b
Nama bulan singkat dalam bahasa inggris (seperti Jan dan Feb)
%c
Kode bulan dalam bentuk numeris (1s/d 12)
%D
Angka tanggal diikuti dengan akhiran sepeerti 1st,2nd,dsb.
%d
Tanggal dalam bentuk numeris (01 s/d 31)
%e
Tanggal dalam bentuk numeris (1 s/d 31)
%f
Mikrodetik
%H
Jam (00 s/d 23)
%h
Jam (01 s/d 12)
%I
Jam (01 s/d 12)
,February%i
Menit (00 s/d 59)
%j
Hari dalam satu tahun (001 s/d 366)
%k
Jam (0 s/d 23)
%l
Jam (1 s/d 12)
%M
Nama bulan (January, February dsb)
%m
Bulan (01 s/d12)
%p
AM atau PM 
%r
Waktu,24 jam (jj:mm:dd diikuti AM atau PM)
%S
Detik (00 s/d 59)
%s
Detik(00 s/d 59)
%T
Waktu, 24 jam (jj:mm:dd)
%U
Minggu (00 s/d53 ),dengan minggu sebagai hari pertama dalam satu minggu
%u
Minggu (00s/d53),dengan senin sebagai hari pertama dalam satu minggu
%V
Minggu(01 s/d 53),dengan Minggu sebagai hari pertama dalam satu minggu ; digunakan bersama %X
%v
Minggu(00 s/d 53), dengan senin sebagai hari pertama dalam satu minggu; digunakan bersama %x
%W
Nama hari (Sunday, Monday, dsb)
%w
Kode hari (0=Minggu, 1=Senin, dst)
%X
Tahun dari minggu (4 digit); digunakan bersama-sama V
%x
Tahun dari minggu (4 digit); digunakan bersama-sama v
%Y
Tahun (4 digit)
%y
Tahun (2 digit)
%%
Menyatakan literal %

Contoh 1:
SELECT CURDATE();

Contoh 2:
SELECT nama, tgl_lahir FROM infoprib
WHERE DAYOFWEEK (tgl_lahir) =4;

Contoh 3:
SELECT nama, tgl_lahir FROM infoprib
WHERE YEAR(tgl_lahir) >=1982;

Contoh 4:
SELECT nama,
CASE DAYOFWEEK (tgl_lahir)
WHEN 1 THEN ‘Minggu’
WHEN 2 THEN ‘Senin’
WHEN 3 THEN ‘Selasa’
WHEN 4  THEN ‘Rabu’
WHEN 5 THEN ‘Kamis’
WHEN 6 THEN ‘Jumat’
WHEN 7 THEN ‘Sabtu’
END AS ‘hari lahir’


NB:

Harap materi di atas di CATAT didalam buku catatan. Suatu saat WAJIB dikumpulkan sebagai nilai extra. THX

Comments

Popular posts from this blog

Basic DRONE Part 4

CARA KALIBRASI DRONE Apa itu kalibrasi? Kalibrasi drone adalah tindakan memastikan bahwa sensor atau instrumen yang digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan hasil yang akurat. maka carilah informasi mengenai cara kalibrani drone yang baik dan benar agar tidak salah langkah, contohnya pada artikel ini, begitu lengkap pembahasan tentang cara kalibrasi drone. Apa itu kalibrasi drone? Mengkalibrasi drone atau pengontrol adalah proses pengaturan atau perbaikan kesalahan yang menyebabkan pengukuran sensor tidak akurat. cara kalibrasi drone Ini dilakukan untuk memeriksa dan menyesuaikan atau menentukan dengan perbandingan dengan model standar dan untuk membuat koreksi secara akurat. Drone memiliki banyak sensor yang berfungsi untuk menjaga efisiensi penerbangan, seperti gyro, akselerometer, barometer, magnetometer, dll. Anda harus memastikan sensor ini memiliki pengukuran akurat untuk terbang dengan aman.Sensor-sensor ini dapat, melalui getaran, penuaan, benturan, melaya...

Tehnik Dasar Pengambilan Gambar Video/Film (Part 1) untuk Siswa/i SMK dan sederajat

Tehnik Dasar Pengambilan Gambar Video/Film (Part 1)  untuk Siswa/i SMK dan sederajat  DASAR PENGAMBILAN GAMBAR A da beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut: Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya. Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan. Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik. Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll. Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar ...

Materi Tehnik Pencahayaan untuk Siswa/i SMK dan sederajat Part 6

5 Posisi dasar potrait lightning for Fotografi Dan Video 1.Rembrandt Light Rembrandt Lightning adalah metode pencahayaan studio di mana wajah subyek di satu sisi terexpos cahaya dengan hanya segitiga kecil cahaya muncul di pipi berlawanan Pengaturan ini memberikan efek yang sedikit dramatis oleh cahaya pencampuran dengan bayangan. Efek ini sering disebut sebagai chiaroscuro, kata Italia yang terjemahan harfiah adalah terang-gelap. Rembrandt pencahayaan adalah salah satu setup pencahayaan dasar yang umum digunakan dalam Fotografi potrait  dan juga salah satu yang lebih sering disalahartikan. Posisi ini memiliki banyak kesamaan dan sering sulit dibedakan dengan Short Lightning . Meskipun pengaturan pencahayaan dasar, pencahayaan Rembrandt sering dilakukan secara tidak benar. Untuk menjadi benar pencahayaan Rembrandt, bahwa segitiga sangat penting cahaya harus sekitar lebar yang sama dan panjang mata pelajaran dan hidung, masing-masing. Sementara potret bawah disusun da...