Skip to main content

Design Grafis 09

Pengertian Layout (Tata Letak) dalam Desain Grafis


Pengertian Layout – Kalau bicara soal layout, sudah pasti dong mengarah pada desain. Lebih tepatnya layout dalam desain grafis yang akan kita bahas kali ini.

Memadukan unsur-unsur atau elemen-elemen grafis adalah sebuah seni tersendiri dalam mengasilkan media komunikasi yang komunikatif, oleh karena itu dibutuhkan penataan yang tepat.

Pengorganisasian atau penataan unsur grafis tersebut dilakukan berdasarkan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan dari pesan yang akan disampaikan.

Dalam dunia desain grafis, hal ini dinamakan dengan layout.

Apa itu Layout?

Dalam bahasa layout memiliki arti tata letak. Layout merupakan sebuah sket rancangan awal untuk menggambarkan organisasi unsur-unsur komunikasi grafis yang akan disertakan.

Secara istilah, pengertian layout adalah usaha menyusun, menata dan memadukan unsur-unsur komunikasi grafis (seperti teks, gambar, warna dan lain-lain) menjadi media komunikasi visual yang komunikatif, estetik, persuasif, menarik, serta mendukung pencapaian tujuan secara cepat dan tepat.

Pertimbangan sangat diperlukan saat sedang mendesain suatu informasi seefektif mungkin. Tujuan utama dari layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks supaya menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

Disarankan bagi desainer grafis sebaiknya membuat berbagai alternatif layout hingga menemukan sebuah layout yang ideal. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari hambatan yang mungkin terjadi pada proses selanjutnya.

Prinsip Dasar Layout

Terdapat 4 prinsip dasar layout yang harus kita ketahui. Keempatnya itu adalah sebagai berikut:

1. Urutan (Sequence)

Banyak yang menyebut sequence sebagai hierarki/flow/aliran. Kita harus menentukan dan mengurutkan mana yang harus dibaca terlebih dahulu hingga yang dibaca di akhir penyampaian.

Mengapa perlu ada sequence?

Karena jika keseluruhan komponen desain kita sama-sama kuat, hal ini akan memungkinkan para pembaca desain kita salah dalam menangkap informasi yang kita sampaikan.

Dengan adanya sequence ini, para pembaca akan dengan mudah fokus pada satu titik yang telah kita tentukan. Jadi maksud yang kita sampaikan akan dengan mudah diterima oleh pembaca.

2. Penekanan (Emphasis)

Untuk mencapai prinsip sequence di atas juga diperlukan peran dari prinsip layout yang lain, yaitu prinsip emphasis ini. Emphasis atau penekanan ini adalah menekankan suatu urutan tertentu sesuai dengan sequence yang diinginkan.

Emphasis dapat diciptakan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Memperbesar ukuran objek atau font lebih dari yang lain.
  • Mengatur warna agar kontras dengan background dan elemen desain yang lainnya.
  • Menempatkan di posisi yang strategis serta dpat menarik perhatian. Pada umumnya, orang-orang membaca dari arah kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Jadi posisi yang pertama dilihat oleh pembaca adalah kiri atas.
  • Style yang digunakan hendaknya berbeda dengan yang lain.

3. Keseimbangan (Ballance)

Salah satu faktor agar sebuah desain dapat dinikmati adalah keseimbangan antar bagiannya. Pembagian berat pada bidang layout harus merata. Dalam hal ini, buka berarti bidang layout dipenuhi dengan elemen-elemen desain.

Namun lebih ke tata letak tampilan yang seimbang dengan peletakan yang tepat. Bukan lebih berat pada satu sisi yang akan memberikan kesan tidak enak dilihat.

4. Kesatuan (Unity)

Pada prinsip kesatuan atau unity ini bukan hanya kesatuan dari elemen-elemen yang secara fisik kelihatan, tapi juga kesatuan antar fisik dan nonfisik. Keduanya itu adalah pesan dan komunikasi yang dibawa dalam konsep desain tersebut.

Jenis Jenis Layout

Dalam desain grafis, macam atau jenis layout terdiri dari 6 macam layout. Berikut uraiannya.

1. Mondarin



Jenis layout yang pertama ini mengarah pada bentuk kotak, horizontal (landscape), atau vertikal (potrait). Pada layout ini setiap bidang akan sejajar dengan ruang presentasi yang berisi konten informasi atau gambar untuk membentuk komposisi yang konseptual.

2. Circus



Pada layout circus yang diterapkan bukan desain layout standar, tapi mengarah pada layout dengan elemen yang tidak teratur. Meskipun begitu tetap menghasilkan desain yang efektif.

3. Multiple



Sesuai dengan nama layout ini yaitu layout multiple, pada layout ini dibagi menjadi beberapa bagian atau tema dalam bentuk yang sama, seperti persegi, persegi panjang, kubus, balok, dan lain-lain.

4. Silhoutte



Jenis layout silhoutte atau siluet mengacu pada teknik ilustrasi atau fotografi yang menyoroti bentuk bayangan. Tampilan dari layout ini bisa berbentuk barisan teks, ilustrasi warna atau pembiasan warna yang halus dengan teknik fotografi.

5. Big-Type



Big-type ini adalah jenis layout yang menekankan gaya penggunaan font berukuran besar sehingga dapat menarik perhatian pembaca. Hal ini bisa menjadi ciri khas dari jenis layout ini. Big-type biasa digunakan untuk membuat suatu judul atau desain poster.


6. Alphabet-Inspired

Layout alphabet-inspired fokus pada susunan huruf atau angka dalam urutan yang tepat sehingga bisa membuat kata-kata yang memiliki makna. Maksud dari penggunaan kata itu adalah untuk menyampaikan cerita atau informasi.

Comments

Popular posts from this blog

Materi Tehnik Pencahayaan untuk Siswa/i SMK dan sederajat Part 6

5 Posisi dasar potrait lightning for Fotografi Dan Video 1.Rembrandt Light Rembrandt Lightning adalah metode pencahayaan studio di mana wajah subyek di satu sisi terexpos cahaya dengan hanya segitiga kecil cahaya muncul di pipi berlawanan Pengaturan ini memberikan efek yang sedikit dramatis oleh cahaya pencampuran dengan bayangan. Efek ini sering disebut sebagai chiaroscuro, kata Italia yang terjemahan harfiah adalah terang-gelap. Rembrandt pencahayaan adalah salah satu setup pencahayaan dasar yang umum digunakan dalam Fotografi potrait  dan juga salah satu yang lebih sering disalahartikan. Posisi ini memiliki banyak kesamaan dan sering sulit dibedakan dengan Short Lightning . Meskipun pengaturan pencahayaan dasar, pencahayaan Rembrandt sering dilakukan secara tidak benar. Untuk menjadi benar pencahayaan Rembrandt, bahwa segitiga sangat penting cahaya harus sekitar lebar yang sama dan panjang mata pelajaran dan hidung, masing-masing. Sementara potret bawah disusun da...

Tehnik Dasar Pengambilan Gambar Video/Film (Part 1) untuk Siswa/i SMK dan sederajat

Tehnik Dasar Pengambilan Gambar Video/Film (Part 1)  untuk Siswa/i SMK dan sederajat  DASAR PENGAMBILAN GAMBAR A da beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut: Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya. Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan. Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik. Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll. Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar ...

Penyusunan Proposal Multimedia untuk Siswa/i SMK dan sederajat Part 02

Penyusunan Proposal Multimedia Petunjuk Penyusunan Proposal Usaha Menetapkan jenis usaha yang di­inginkan dan sekaligus menguntung­kan adalah pekerjaan yang tidak mu­dah. Seorang wirausahawan harus bersedia bekerja keras mencari in­formasi kira-kira usaha apa yang paling cocok dan menguntungkankhususnya dibidang multimedia. Setelah mempunyai keyakinan yang mantap, tindakan selanjutnya adalah menyusun proposal usaha. Namun, secara umum, proposal usaha harus disusun berdasarkan analisis wirausahawan terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang akan dihadapi. Beberapa Petunjuk Penyusunan Proposal : Menetapkan jenis usaha yang diinginkan. Menetapkan aspek produk yang akan dibuat. Menetapkan aspek pemasaran produk. Menetapkan aspek teknis, penyaluran produk. Menetapkan aspek organisasi dan manajemen. Menetapkan aspek yuridis. Melalsanakan aspek administrasi. Mengetahui aspek sumber keuangan. Mempelajari aspek kebijakan pemerintah daerah. Mempelajari...