Skip to main content

Design Grafis Percetakan part 11 (untuk Siswa/i SMK dan sederajat)

Metering
(Spot Metering)

Fungsi metering (pengukuran) mengukur kecerahan subjek dan memutuskan seberapa banyak pencahayaan yang terbaik untuk foto yang bersangkutan. Mari kita cermati tiap mode metering (pengukuran) yang tersedia agar dapat lebih memahami serta mengetahui mode manakah yang terbaik untuk digunakan, dan dalam kondisi/pemandangan seperti apa. 



Fungsi metering (pengukuran) mengukur kecerahan subjek dan memutuskan seberapa banyak pencahayaan yang terbaik untuk foto yang bersangkutan. Mari kita cermati tiap mode metering (pengukuran) yang tersedia agar dapat lebih memahami serta mengetahui mode manakah yang terbaik untuk digunakan, dan dalam kondisi/pemandangan seperti apa. 



Fungsi metering (pengukuran) berfungsi untuk mengukur kecerahan subjek

Hal yang perlu dicatat
- Evaluative metering (pengukuran evaluatif) dapat digunakan untuk hampir semua pemandangan.
- Spot metering (pengukuran setempat) paling efektif apabila terdapat bagian khusus subjek yang ingin Anda soroti pencahayaannya dengan benar.
- Tiap mode metering (pengukuran) memiliki serangkaian kondisi pemandangan/pemotretan yang berfungsi paling baik. Pertimbangkan hal ini sewaktu memilih mode.
Kamera digital memiliki fitur automatic exposure (AE / pencahayaan otomatis) yang secara otomatis memutuskan seberapa banyak pencahayaan untuk gambar (yaitu, seberapa cerah bidikan jadinya).

Dalam mode AE, apabila Anda menekan separuh tombol rana, kamera akan secara otomatis menentukan aperture dan/atau nilai kecepatan rana, dan karenanya memberikan pencahayaan yang tepat (ditentukan kamera). Fitur yang membantu kamera menentukan aperture dan kecepatan rana yang akan ditetapkan dengan mengukur kecerahan subjek, dan tindakan ini disebut "metering". Biasanya ada 3 mode metering di kamera: evaluative metering (pengukuran evaluatif), spot metering (pengukuran setempat) dan centre-weighted metering (pengukuran pembobotan tengah).

Pada kebanyakan kamera, mode default-nya yaitu evaluative metering (pengukuran evaluatif), karena mode ini melaksanakan pengukuran di seluruh gambar dan karena itu sesuai untuk segala macam pemandangan dan kondisi subjek. Sebaliknya, spot metering (pengukuran setempat), efektif apabila Anda hanya ingin memastikan bahwa area spesifik pada gambar Anda disoroti cahaya yang sesuai. Sementara itu, centre-weighted metering (pengukuran pembobotan tengah)mengukur cahaya di area tengah bingkai gambar, dan karenanya berfungsi paling baik apabila subjek utama yang Anda minati berada di tengah bingkai.

Mari kita cermati lebih dekat tiap metering mode ini.


Evaluative metering (Pengukuran evaluatif)

Manfaat: Serba bisa; jarang memberi pencahayaan yang salah.
Kekurangan: Tidak berfungsi baik untuk pemandangan di mana terdapat satu area yang sangat berbeda dalam level kecerahan dari area lainnya.

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 88mm/ Shutter-priority AE (f/11, 1/4 det., EV+0,3)/ ISO 100/ WB: Auto




Dalam evaluative metering (pengukuran evaluatif), kamera membagi bingkai gambar ke dalam sejumlah zona berbeda, mengukur jumlah cahaya dalam masing-masing zona, kemudian menganalisis temuannya untuk menentukan pencahayaan yang optimal.


Spot metering (Pengukuran setempat)

Manfaat: Menangani pemandangan yang sangat berbeda dalam level kecerahannya.
Kekurangan: Metering (pengukuran) dilakukan di daerah yang sangat kecil, sehingga kesalahan dalam memilih daerah ini bisa menyebabkan paparan yang salah untuk seluruh gambar.

EOS 60D/ EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS/ FL: 135mm (setara 216mm)/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/250 det., EV-0,3)/ ISO 100/ WB: Daylight



Spot metering (Pengukuran setempat) hanya bisa mengukur cahaya di area yang sangat terbatas pada bagian tengah bingkai gambar. Namun demikian, inilah mode terbaik untuk digunakan pada pemandangan di mana terdapat perbedaan yang sangat besar dalam level kecerahan, seperti pemandangan cahaya latar.



Centre-weighted metering (Pengukuran pembobotan tengah)

Manfaat: Memprioritaskan area tengah, tetapi dalam prosesnya, memastikan bahwa bagian lain gambar juga disoroti cahaya secara tepat.
Kekurangan: Tidak efektif untuk subjek kecil.

EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.4 USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/2, 1/60 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Daylight





Centre-weighted metering (Pengukuran pembobotan tengah) mengukur cahaya di seluruh gambar, tetapi terutama memfokuskan pada area tengah. Pencahayaan seluruh gambar bergantung pada subjek di dan pada sekitar bagian tengah bingkai.

Apabila menekan tombol AE lock (kunci AE), tindakan ini "mengunci" pengaturan pencahayaan agar pengaturan aperture dan/atau kecepatan rana tidak akan berubah meskipun seandainya Anda menggeser atau menyesuaikan komposisi gambar, memfokuskan ulang dan membidik. Anda bisa menggunakannya jika terdapat berbedaan besar dalam level kecerahan antara elemen utama di gambar, atau kalau Anda tidak dapat memperoleh pencahayaan yang diinginkan.

AE Lock adalah fungsi yang sangat nyaman untuk digunakan, khususnya dalam kombinasi dengan spot metering (pengukuran setempat), dan khususnya untuk pemandangan cahaya latar. Contohnya, jika terdapat pemandangan cahaya latar di mana subjek utama tampak gelap, yang Anda perlu lakukan hanyalah menyelaraskan bingkai AF tengah dengan subjeknya, menekan separuh tombol rana, kemudian menekan tombol AE lock. Pengaturan pencahayaan akan dikunci ke pencahayaan yang tepat untuk area yang ingin Anda tangkap sebagaimana mestinya.

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 32mm/ Aperture-priority AE (f/6.3, 1/40 det., EV+0,3)/ ISO 160/ WB: Manual

Pemandangan dengan area yang sangat cerah dan sangat gelap. Tergantung pada area yang Anda inginkan untuk mendapatkan pencahayaan yang tepat, lakukan spot metering (pengukuran setempat), baik pada Posisi A atau B.

Posisi A: Untuk pencahayaan yang tepat di area yang cerah, gunakan AE lock pada pemandangan di luar ruangan
Karena spot metering (pengukuran setempat) dilakukan pada pemandangan yang cerah di luar jendela, kipas di bagian depan menjadi hitam.

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 105mm/ Aperture-priority AE (f/6.3, 1/125 det., EV+0,3)/ ISO 250/ WB: Daylight

Posisi B: Untuk pencahayaan yang tepat pada area yang gelap, gunakan AE lock pada kipas
Karena spot metering (pengukuran setempat) dilakukan dengan menggunakan kipas, pemandangan di luar ruangan mendapatkan cahaya berlebihan dan menjadi terlalu terang (blown out).

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 105mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/125 det., EV+0,3)/ ISO 2500/ WB: Daylight

Comments

Popular posts from this blog

Materi Tehnik Pencahayaan untuk Siswa/i SMK dan sederajat Part 6

5 Posisi dasar potrait lightning for Fotografi Dan Video 1.Rembrandt Light Rembrandt Lightning adalah metode pencahayaan studio di mana wajah subyek di satu sisi terexpos cahaya dengan hanya segitiga kecil cahaya muncul di pipi berlawanan Pengaturan ini memberikan efek yang sedikit dramatis oleh cahaya pencampuran dengan bayangan. Efek ini sering disebut sebagai chiaroscuro, kata Italia yang terjemahan harfiah adalah terang-gelap. Rembrandt pencahayaan adalah salah satu setup pencahayaan dasar yang umum digunakan dalam Fotografi potrait  dan juga salah satu yang lebih sering disalahartikan. Posisi ini memiliki banyak kesamaan dan sering sulit dibedakan dengan Short Lightning . Meskipun pengaturan pencahayaan dasar, pencahayaan Rembrandt sering dilakukan secara tidak benar. Untuk menjadi benar pencahayaan Rembrandt, bahwa segitiga sangat penting cahaya harus sekitar lebar yang sama dan panjang mata pelajaran dan hidung, masing-masing. Sementara potret bawah disusun da...

Tehnik Dasar Pengambilan Gambar Video/Film (Part 1) untuk Siswa/i SMK dan sederajat

Tehnik Dasar Pengambilan Gambar Video/Film (Part 1)  untuk Siswa/i SMK dan sederajat  DASAR PENGAMBILAN GAMBAR A da beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut: Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya. Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan. Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik. Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll. Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar ...

Penyusunan Proposal Multimedia untuk Siswa/i SMK dan sederajat Part 02

Penyusunan Proposal Multimedia Petunjuk Penyusunan Proposal Usaha Menetapkan jenis usaha yang di­inginkan dan sekaligus menguntung­kan adalah pekerjaan yang tidak mu­dah. Seorang wirausahawan harus bersedia bekerja keras mencari in­formasi kira-kira usaha apa yang paling cocok dan menguntungkankhususnya dibidang multimedia. Setelah mempunyai keyakinan yang mantap, tindakan selanjutnya adalah menyusun proposal usaha. Namun, secara umum, proposal usaha harus disusun berdasarkan analisis wirausahawan terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang akan dihadapi. Beberapa Petunjuk Penyusunan Proposal : Menetapkan jenis usaha yang diinginkan. Menetapkan aspek produk yang akan dibuat. Menetapkan aspek pemasaran produk. Menetapkan aspek teknis, penyaluran produk. Menetapkan aspek organisasi dan manajemen. Menetapkan aspek yuridis. Melalsanakan aspek administrasi. Mengetahui aspek sumber keuangan. Mempelajari aspek kebijakan pemerintah daerah. Mempelajari...